----------------------------------------------------------------------------------------------------------

5 Hal Penting Sebelum Mengajukan KPR





pengajuan kpr

5 Hal Penting Harus Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR

Jualsewarumah – Rumah merupakan kebutuhan primer yang harus terpenuhi, entah dengan cara menyewa atau memilikinya sendiri, tergantung tingkat kemampuan kita masing-masing, membeli rumah sendiri masih menjadiimpian bagi banyak orang. Namun pemerintah negara kita berupaya dengan sekuat tenaga membantu kita untuk mewujudkan impian kita tersebut, memalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Pengajuan KPR, mungkin bagi kebanyakan orang menjadi suatu keputusan terbesar yang pernah mereka lakukan. Kenapa…? Ya harga rumah yang relatif mahal bagi kebanyakan orang dengan jangka waktu tanggungan untuk menyicilnya yang panjang, antara 10 sampai 15 tahun.

Namun coba anda berfikir dengan pintar, jika anda masih menyewa rumah atau apartemen, sebenarnya anda telah kehilangan banyak uang. Pikirkan coba uang untuk biaya sewa dialokasikan untuk membayar cicilan KPR, nilainya mungkin sama namun hasil akhirnya akan sangat berbeda.

Mengajukan atau memilih kredit rumah yang sesuai budget dan selera anda tidaklah sesulit yang dibayangkan jika anda perhatikan 5 langkah dasar berikut ini :

  1. Penghasilan Anda.
    Untuk hitungan dasar besar nilai maksimal pinjaman yang akan diberikan berdasarkan penghasilan anda saat mengajukan KPR, Jika sudah menikah dan istri juga mempunyai penghasilan biasanya pihak bank menggunakan metode penggabungan penghasilan anda dengan istri. Jadi jumlah pinjaman maksimal adalah 3 kali penghasilan utama / anda sebagai suami pertahun, ditambah satu kali penghasilan ke dua / istri per tahun. Pihak Bank juga akan membutuhkan bukti tertulis untuk memverifikasi sumber penghasilan Anda. Bukti tertulis yang diminta dapat berupa slip gaji terakhir, surat keterangan masa kerja, fotocopy buku tabungan selama 3 bulan terakhir. Jika Anda seorang wirausahawan maka data-data keuangan yang diminta biasanya berupa fotocopy rekening tabungan atau giro Anda di bank. Kemudian untuk memverifikasi usaha Anda, biasanya juga akan dimintai data-data ijin usaha seperti NPWP, SIUP, TDP, dan lain-lain.
  2. Hutang atau Kewajiban
    Jika saat pengajuan KPR anda memiliki sejumlah tanggungan hutang dengan kewajiban pembayaran cicilan bulanan yang masih berjalan, maka otomatis bank akan mengurangi jumlah total pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan anda saat itu.
  3. Besarnya Uang Muka
    Pada umumnya bank tidak memberikan 100% pinjaman berdasarkan harga rumah, biasanya berkisar 70% dari harga rumah, sisanya harus dibiayai sendiri oleh anda. Beberapa bank ada yang mampu memberikan kredit 90% dari harga rumah namun jika jumlah pembiayaan sendiri semakin besar maka jumlah pembiayaan dari bank semakin kecil dan tidak terlampui memberatkan keuangan anda.
  4. Sejarah hutang sebelumnya
    Jika Anda pernah memiliki sejarah hutang baik kepada bank atau yang lain yang kurang baik dimasa lalu, maka jangan heran jika pada saat ini lebih sulit bagi anda untuk mendapatkan pinjaman bank. Cobalah untuk membuat profil kredit anda terlihat bagus.
  5. Masa Penghasilan Anda
    Bank lebih menyukai calon peminjam dengan masa kerja yang lebih stabil. Minimal telah bekerja selama 2 tahun dan sudah menjadi pegawai tetap. Bagi Anda yang berwirausaha, maka bank lebih mempertimbangkan jangka waktu bisnis Anda telah berjalan.Alasannya sederhana karena semakin lama usia bisnis tersebut berarti relatif lebih stabil dalam sisi income. Minimal 2 tahun masa usaha dinilai cukup aman oleh bank dalam memberikan kredit KPR kepada para wirausahawan.


Catatan : Data yang tercantum diatas untuk status keberadaan properti atau harganya, kami tidak menjamin masih valid atau sudah terjual, bisa langsung menghubungi kontak pengiklannya, terimakasih harap maklum.


Tags: ,

Category: Blog | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback
No Comments
Leave a Reply